Tips Cara Membuat Neon Box Sendiri

Jadi beberapa waktu lalu kakak saya membuka usaha barbershop, dan beberapa hari lalu saya diminta membantu kakak saya membuat neon box barbershop miliknya. Karena saya lagi santai saat itu, saya iyakan permintaannya. Dan melalui blog ini saya ingin berbagi pengalaman dan trik membuat reklame sendiri tanpa harus menggunakan jasa pembuatan neon box sehingga lebih hemat biaya.

Kalian pasti tidak asing dengan yang namanya reklame. Salah satu media promosi yang efektif adalah dengan memasang reklame pada tempat usaha kita. Dengan reklame, kita dapat mempromosikan produk atau jasa kita agar dapat dilihat, dikenal, dan diketahui oleh masyarakat luas. Salah satu industri reklame yang populer dan berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir ini adalah perkembangan industri neon box.

Emang apa sih neon box itu? Untuk yang belum tau, neon box merupakan jenis reklame yang dapat menyala dalam gelap karena sesuai namanya, reklame ini menggunakan lampu neon untuk penerangan pada saat malam hari. Lampu neon tersebut diletakan di bagian dalam reklame, jadi media gambar dari reklame tersebut terlihat unik saat tersorot lampu neon. Dalam proses pembuatan neon box tentu membutuhkan teknik dasar. Mengingat bahwa tujuan dari dibuatnya neon box adalah sebagai media advertising untuk memperindah sebuah gambar visual ketika ditampilkan pada malam hari.

Sebelum mengenal teknik pembuatan neon box, kenali dan pahami terlebih dahulu dua hal yang penting untuk diperhatikan ketika mencetak gambar untuk neon box. Kedua hal yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut:

Resolusi neon box

Resolusi adalah hal utama yang penting untuk diperhatikan saat membuat gambar yang digunakan untuk neon box, banyak penyedia jasa pembuatan neon box yang kurang memperhatikan pada bagian ini. Gambar tentu harus yang beresolusi tinggi dan cetakannya juga harus sehalus mungkin lantaran apabila cetakan kurang halus, hal itu tentu akan membuat hasil neon box ketika lampu dinyalakan nampak kurang bagus. Jadi, sebelum memproses, penting untuk dipastikan terlebih dahulu gambar yang dipilih punya resolusi yang tinggi dan dicetak menggunakan mesin yang berkualitas untuk menghasilkan gambar yang sempurna.

Kepekatan media gambar

Selain memperhatikan resolusinya, penting juga untuk memperhatikan tingkat kepekatan gambar. Mengingat bahwa gambar untuk neon box akan disinari oleh lampu yang sangat terang, maka harus dipastikan bahwa gambar mempunyai kepekatan yang cukup. Tujuannya supaya tidak pudar ketika disinari oleh lampu. Maka dari itulah umumnya gambar untuk nenon box dicetak dua kali atau overprint dan juga dapat memakai bahan doubleside, yang mana kedua sisi bahannya terdapat gambar. Dengan begitu, gambar pun lebih pekat dan ketika disinari cahaya akan terlihat bagus.

Setelah memastikan gambar yang digunakan untuk neon box merupakan gambar berkulitas terbaik, maka selanjutnya adalah pada teknik pembuatan neon box tersebut sendiri. Menjadi media yang ditempatkan di luar ruangan, maka neon box perlu dibuat dengan teknik yang tepat agar awet dan juga tahan terhadap berbagai cuaca di luar. Nah, baik tidaknya kualitas ataupun awet tidaknya sebuah neon box tergantung pada teknik pembuatannya. Berbeda teknik, berbeda bahan yang digunakan, tentu neon box juga punya banderol harga yang berbeda-beda.

Lantas, apa saja teknik pembuatan neon box? Mari mengenalnya lebih jauh. Berikut 3 teknik untuk membuat neon box:

Memakai Stiker Khusus dan Acrylic Susu

Teknik yang pertama adalah dengan mengandalkan penggunaan stiker khusus untuk neon box dan juga dengan acrylic susu. Teknik yang satu ini memakai mesin cutting guna memotong stiker yang secara umum telah memiliki warna dan juga sesuai dengan pola ataupun desain dari gambar yang diinginkan. Stiker yang sudah dipotong selanjutnya ditempelkan pada bahan acrylic dan acrylic yang telah ditempeli oleh stiker dipasang pada rangka neon box yang sebelumnya sudah disiapkan. Umumnya teknik striker khusus dan acrylic susu ini dipakai untuk neon box yang desain gambarnya punya komposisi warna simple, seperti contohnya huruf blok warna saja ataupun tidak ada foto yang full color. Contoh produk neon box yang menggunakan teknik ini adalah logo sebuah mall atau logo sebuah restoran ternama.

Backlite Frontlite

Teknik yang kedua adalah dengan memakai backlite frontlite. Teknik yang satu ini tidaklah lain adalah teknik yang mengandalkan penggunakan bahan backlite dan frontlite atau vinyl Digital Print. Nilai plus dari penggunaan teknik ini adalah gambar untuk neon box dapat dicetak full color tanpa ada batasan penggunaan warna. Selain itu teknik ini juga pemasangannya relative lebih gampang dengan memantek frontlite pada rangka signboard, jadi tidak membutuhkan lagi bahan acrylic untuk dijadikan penyangga sehingga juga neon box jenis ini cukup ringan. Umumnya gambar yang digunakan untuk neon box dengan teknik ini dicetak dengan berlawanan dan memakai printer yang dapat menghasilkan gambar beresolusi tinggi. Contoh neon box yang dibuat menggunakan teknik ini adalah neon bos untuk iklan billboard yang umumnya ada di jalan-jalan besar.

Backlite Film

Satu lagi teknik pembuatan neon box, yakni baklite film. Teknik yang satu ini mengandalkan bahan backlite berupa duratan atau bahan yang mirip mika. Teknik ini masih membutuhkan penggunaan acrylic sebagai media untuk menempelkan backlite film pada kerangka neon box. Hasil dari teknik backlite film dengan mengandalkan duratan akan nampak lebih elegan lantaran hasilnya seperti foto beresolusi tinggi yang permukaannya halus.

Jika masih kurang paham dengan proses pembuatannya, Anda dapat mencari jasa neon box bogor terdekat untuk membuat reklame custom sesuai dengan keinginan adan kebutuhan Anda.

 

Rumah Minimalis Impian Ala Korea

Banyak sekali pasangan muda membuat rumah dengan desain yang unik dan minimalis. Rumah tentunya menjadi tempat kita untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Semua orang pasti mengharapkan tempat tinggal yang nyaman, banyak orang yang membayangkan rumah impian nya harus seperti apa dan bagaimana.

Kali ini saya akan menjelaskan sedikit rumah minimalis ala orang Korea. Tidak asing lagi kan dengan negara maju itu, selain teknologi dan gaya hidupnya mereka juga sangat kreatif dalam menata atau mendesain suatu ruangan. Banyak sekali orang korea yang memperlihatkan rumah-rumah miliknya di sosial media dengan interior menarik, unik, lucu namun terkesan elegan. Tidak sedikit dari kita orang Indonesia yang meniru desain interior mereka. Desain rumah minimalis ala orang korea bisa juga dijadikan referensi untuk rumah-rumah minimalis orang Indonesia loh.

Sekarang mari kita ulas cara orang korea mendesain dan menata rumah minimalis mereka. Poin-poin penting yang harus diperatikan rumah minimalis ala Korea adalah:

Jendela

Yang mereka perhatikan dalam mendesain rumah haruslah memiliki jendela yang tampak besar. Kenapa demikian? Mereka sangat suka dengan jendela yang besar agar bisa mendapatkan cahaya alami yang masuk kedalam rumah, ditambah dari luar biasanya terdapat pagar rumah yang menambah estetika minimalis. Jendela yang tampak besar juga memberikan kesan sebuah ruangan terlihat lebih besar atau luas. biasanya satu jendela besar itu mereka tempatkan di satu ruangan seperti ruang keluarga atau tempat berkumpul keluarga yang langsung mengarah keluar rumah.

Sekat Dinding

Rumah minimalis orang korea tidak terlalu mempunyai banyak sekat dinding, mereka lebih senang bisa melihat semua ruangan dalam sekali pandang. Namun tetap dapat dilihat fungsi area tersebut dengan penataan ruangan itu sendiri. memiliki banyak sekat dinding, rumah akan terkesan terlihat sempit dan membatasi ruang pandang. Kita bisa juga menambahkan sekat transparan seperti rak buku dengan lubang bukaan di dua sisi, jadi bisa digunakan sebagai pembatas ruangan. tekecuali untuk ruang kamar tidur dan kamar mandi.

Furniture

Rumah minimalis ala korea tidak akan banyak memakai barang berlebihan, mereka akan menempatkan barang-barang yang dirasa mereka cukup dan berguna untuk mereka gunakan. Sekali lagi orang korea juga tidak banyak menggunakan perabotan di dalam rumahnya sehingga ruang gerak di dalam rumah tetap besar.

Warna

Orang Korea akan memperhatikan sekali warna dinding dan perabotannya. Mereka akan membuatnya terlihat senada dan cerah, selain terlihat minimalis dan rapi ruangan menjadi nyaman dan enak dilihat. Mereka sangat suka dengan kerapihan, kebersihan dan terorganisir.

Pintu

Pada pintu utama rumah, orang korea pasti menempatkan rak sepatu. kenapa? karena selain mereka memperhatikan kebersihan mereka juga sangat memperhatikan kerapihan, jadi ketika masuk pintu utama mereka akan menempatkan lemari sepatu di sisi kanan atau kiri pintu. Tidak lupa juga dengan tambahan teralis pintu minimalis yang multifungsi sebagai hiasan sekaligus keamanan rumah. Rak sepatu
juga cocok untuk rumah minimalis agar terlihat simple dan elegan. Kalau ini patut ditiru dan contoh, kebiasaan baik bukan?

Hiasan

Hiasan di dalam rumah, orang korea sangat suka menata rumah dengan hiasan yang unik dan lucu, seperti mereka akan menambahkan hiasan jenis tanaman hidup dengan pot-pot kecil, namun tidak semua jenis tamanan yang akan mereka pajang, ada beberapa jenis tanaman yang paling sering orang korea jadikan hiasan ruangan, yaitu:

Tanaman Kaktus

Selain mudah cara merawatnya tanaman kaktus juga banyak jenis dan ukurannya. Nah biasanya Kaktus mini banyak digunakan orang-orang untuk dijadikan sebagai hiasan atau koleksi, bukan hanya di korea saja namun di indonesia juga banyak yang mengkoleksi tanaman mini ini. Contoh tanaman kaktus Ariocarpus sangat cocok untuk dijadikan hiasan karena jenis kaktus mini ini tidak berduri seperti tanaman kaktus pada umumnya, mereka juga memiliki aneka warna.

Tanaman Palm Kuning

Tanaman ini memiliki fungsi untuk membersihkan udara juga loh. pohon ini cocok sekali digunakan untuk hiasan di dalam ruangan dan biasanya disimpan di setiap sudut ruangan, sehingga rumah terasa akan lebih segar dan nyaman.

Panaroma Wisata Kota Semarang

Semarang adalah salah satu kota besar di Indonesia dan merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Ada banyak banget tempat-tempat menarik di Semarang yang patut dikunjungi untuk liburan selepas kegiatan kerja, kuliah, dan sekolah. Ini tulisan yang telat dibuat. Januari, 4 – 6 tahun 2019, saya berkunjung ke Semarang dalam rangka liburan, di tengah acara keluarga besar saya.

Kami naik bus pariwisata karena banyaknya angota keluarga yang ikut. Ya namanya juga keluarga besar. Setelah mencari-cari rekomendasi penyewaan pariwisata di internet dan bertanya sana-sini ke kerabat, kami akhirnya mendapatkan agen bus yang bagus banget pelayanannya. Busnya keren, fasilitasnya banyak. Sehingga selama perjalanan kami merasa nyaman. Dari Surabaya hari Jumat pagi, sampai Semarang menjelang siang. Kami langsung menuju hotel, kebetulan banget waktu tibanya pas dengan waktu check in hotel jadi kami bisa langsung istirahat setelah perjalanan untuk kemudian berkeliling Semarang mengunjungi berbagai tempat wisata dan kuliner.

Selama tiga hari dua malam di Semarang, kami menginap di Kawasan Simpang Lima, di hotel Louise Keanne. Di hotel ini, kolam renangnya ada di lantai 23, view-nya memandang padatnya kota Semarang, konsepnya keren.

Wisata Kuliner

Herannya, saya tidak banyak berwisata kuliner khas Semarang. Salah satu yang terkenal nyobain Soto Mas Ari yang beralamat di Jalan Wage Rudolf Supratman,Nomor 9, Gisikdrono, Semarang Barat, Kota Semarang. Menu yang spesial soto ayam. Menu lainnya ada Sate Kerang, Sate Telur, Tempe Goreng, Es Jeruk, dan Es Teh Manis. Kalau ke Semarang wisata kuliner disini bisa dicoba, rasanya enak.

Saya pun makan malam di IBC (Ikan Bakar Cianjur) daerah kota Lama Semarang. Restorannya keren karena bangunannya masih mempertahankan bangunan lama, di dalamnya banyak barang-barang antik dan unik, misal piring-piring yang menempel di dinding, dan yang tidak kalah penting makanannya enak-enak. Keesokan harinya jalan-jalan ke luar kota Semarang, ke Kawasan Ungaran. Sebelumnya mampir makan siang di Pemancingan Pondok Alam Bang Khohar, terletak di jalan Jimbaran – Bandungan. Menu yang tersedia makanan khas sunda. Wah jauh-jauh ke Jawa Tengah, saya yang asli sunda makannya makanan sunda hahaha karena keluarga besar tante saya asli Jawa dari Surabaya, saya mah nurut aja mau tante saya makan dimana saja, makan apa saja yang penting halal. Tempat makannya luas, kita akan dibagi beberapa tempat semacam pondok atau saung gitu. Tergantung jumlah yang akan makan, disesuaikan dengan tempatnya. Saat itu kami cukup lama berada di tempat tersebut, selain makanannya enak-enak, ada tempat bermain untuk anak-anak, ada musala, plus suasananya yang asri bikin betah berada disana. Sekitar pukul 14.00 kami baru beranjak melanjutkan perjalanan menuju Gedong Wali Songo.

Dari kawasan Simpang Lima menuju lokasi wisata yang akan kami kunjungi kalau lancar bisa dicapai sekitar 1 jam, tapi karena lagi akhir pekan banyak pengunjung, sehingga macet. Oh iya, melewati jalan tol juga, bisa menikmati view yang bagus, kalau mau melihat wisata alam, lokasinya di luar kota Semarang. Kalau di kota Semarangnya lebih banyak wisata sejarah, wisata kuliner, berbegai lokasi tempat ibadah.

Kami mencapai lokasi Gedong Wali Songo sekitar pukul 15.45, setelah membeli tiket kami pun berjalan-jalan di komplek candi tersebut. Kalau mau, ada juga tersedia kuda, bisa jalan-jalan sampai ke atas, sekitar 1 jam. Tapi saya tidak mau naik kuda, hanya ingin jalan kaki saja, meskipun tidak mengunjungi semua candi, tidak jalan sampai ke atas takutnya kesorean, karena perginya rombongan keluarga, saya memilih berjalan tidak terlalu jauh biar tidak saling cari-cari kalau waktu pulang telah tiba.

Tempat Wisata Semarang

Menurut wikipedia, Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Menurut saya view-nya bagus, kalau sampai ke atas sih katanya view-nya lebih bagus lagi. Kondisi saat saya kesana ramai sekali oleh pengunjung, jadi saya tidak terlalu menikmati, yang penting saya tahu tempat tersebut meskipun tidak terlalu meng-eksplore-nya. Menjelang magrib, kami pulang ke kota Semarang, melanjutkan ke next destination, Lawang Sewu!

Pukul 19.00 wib kami tiba di lokasi, tidak semua keluarga ikut. Kami hanya berenam, empat adik sepupu dan kakaknya Tante. Setelah membayar tiket, kami pun memasuki kawasan legendaris peninggalan Belanda.

Saat kami kesana, malam mingguan disana, rame sekali. Tidak ada local guide, karena sudah di-booking duluan sama pengunjung lainnya. Jadilah malam itu Tante kami bertindak sebagai guide kami. Beliau membawa kami berkeliling dan menjelaskan sejarah tentang tempat tersebut. Kebetulan beliau sudah pernah kesana, tour ditemana guide saat siang dan malam, yang sensasinya katanya berbeda. Karena tujuan saya ke tempat tersebut hanya ingin berkunjung ke tempat bersejarah, hanya ingin tahu dan mumpung lagi kesana, alhamdulillah tidak merasakan hal yang tidak biasa, dan saya hanya banyak berdoa saja, biar hati tenang, sambil mendengarkan penjelasan Tante. Saat itu, lampu di lantai 1 dan 2 terang, semuanya dinyalakan, jadi tidak merasakan sensasi apapun hehe. Tapi tante tidak berani membawa kami ke lantai paling atas, beliau bilang harus benar-benar pakai local guide sana. Saya pun menghormati keputusan tersebut, sehingga kami tidak meng-eksplore seluruh gedung. Waktu itu, lantai bawah tanah juga di buka. Kami tidak lama berada disana, karena harus menghadiri acara keluarga sehingga saya pun kembali ke hotel. Menurut wikipedia, Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang). Menurut saya, arsitektur gedungnya keren, memperhatikan pintu-pintunya yang rapi dan simetris, menambah keindahan gedung tersebut. Lawang sewu ini artinya seribu pintu, saking banyak pintu, tetapi konon hanya 928 buah disana. Jadi, kalau ke kota Semarang, tempat ini jangan lupa dikunjungi. Tempat bersejarah ketika berlangsungnya peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Keesokan harinya, sekitar pukul sebelas, saya berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid Agung Jawa Tengah menurut wikipedia dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Diarsiteki oleh Ir. H. Ahmad Fanani dari PT. Atelier Enam Jakarta yang memenangkan sayembara desain MAJT tahun 2001. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa namun dibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.

Saya senang sekali berkunjung ke masjid tersebut, kubah-kubahnya mengingatkan saya dengan Masjid Nabawi di Madinah, sukses membuat saya kangen sama Masjid tersebut. Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena di Romawi dihiasi kaligrafi-kaligrafi yang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, di gerbang ditulis dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“. Indah banget! Saya tiba disana pas berkumandang solat Dzuhur, pas cuaca panas pula, jadi saat berjalan menanggalkan sepatu di batas suci, sensasi kakiku terasa panas, saya pun setengah berlari menuju Masjid bangunan utamanya. Sesampainya disana langsung ambil air wudhu dan solat. Sekitar setengah jam berada di masjid, yang sebenarnya mager tapi harus pulang. Ketika keluar Masjid pun saya masih mengagumi keindahan arsitektur Masjid Agung. Setelah puas berada disana, saya memanggil pak supir, melanjutkan perjalanan menuju Kota Lama Semarang.

Sesampainya di lokasi, saya muter-muter, tujuan utamanya mau lihat Gereja Blenduk di siang hari. Di Kawasan kota lama Semarang ini menurut info yang saya baca di web halosemarang, banyak tempat yang bisa dikunjungi. Sebenarnya saya mau berlama-lama dan berencana ingin menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam disana, tapi apalah daya, saya harus segera balik ke hotel karena sudah ditunggu Tante saya dan acaranya sudah selesai. Saya hanya setengah jam berada disana, mengunjungi Gereja Blenduk, masuk Galeri tapi gak lama-lama, mungkin karena saya bukanlah pecinta seni hehe lanjut ke Pasar Klithikan yang masih berada di satu lokasi dengan taman Srigunting dan gereja Blenduk. Di sana saya melihat puluhan stan dengan koleksi barang-barang antiknya. Bagi penyuka barang-barang antik, pasar Klithikan inilah surganya, dan saya nyangkut di stan yang jual buku-buku bekas tapi masih bagus-bagus, lumayan lama disana, sampai waktunya habis saya gak bisa ke tempat yang tadinya mau saya taruh paling akhir mau ke Library Cafe John Dijkstra, kepengen ngopi atau nyemil-nyemil sambil baca buku, tapi jadi mission impossible huhu karena sudah ditelpon tante.

Sebelum pulang, mampir di beberapa tempat oleh-oleh khas Semarang, seperti mampir ke Bandeng Juwana – Elrina (Pusat oleh-oleh khas Semarang – Jawa Tengah), Loenpia Mbak Lien, Tahu Baxo Ibu Pudji, makanan-makanan tersebut highly recommended sebagai makanan khas Semarang.

Selama di Semarang, kami tidak memakai jasa local guide, karena sebanarnya menghadiri acara nikahan saudara, dan tentunya sekalian jalan-jalan. Maka saya pun banyak bertanya kepada Mbah Google saja untuk memandu dan memberi saya informasi tentang tujuan wisata yang saya kunjungi tersebut.

Sekian tulisan cerita telat ke Semarang. Selamat liburan!

Sadar Kawasan

Sadar Kawasan adalah sebuah pergerakan yang menitikberatkan kegiatannya untuk penyadartahuan bagi para penggiat alam bebas. Seperti yang kita ketahui. Bahwa pada dewasa ini, berkegiatan alam bebas telah menjadi salah satu hobi yang sangat diminati. Kegiatan alam bebas saat ini bukan lagi menjadi milik para Pecinta alam. Namun, telah menjadi gaya hidup bagi kaum urban perkotaan. Hal ini tentu sangat mengembirakan, karena secara tidak langsung perekonomian desa-desa yang berada di kaki-kaki Gunung tentu saja akan meningkat seiring berdatangannya para pendaki untuk menikmati keindahan alam yang disuguhkan.

Namun, pada titik lain, egoisme seorang pendaki tentu saja akan menjadi lebih besar. Di mana menaklukan sebuah Gunung yang masih perawan dan tidak mainstream tentu saja akan menjadi sebuah prestis tersendiri yang membanggakan. Namun, disinilah kadang terjadi kesalah-pahaman dalam kegiatan ini.

Maka dari itu. Pergerakan Sadar kawasan tentu saja akan menjadi penyeimbang bagi para penggiat alam. Bahwa, semesta tidak hanya di ciptakan untuk manusia. Alam perlu privasi tersendiri untuk berkembang. Maka, semoga pergerakan ini dapat menjadi sebuah pergerakan dalam penyadartahuan. Bahwa tidak semua tempat yang ada bisa dipergunakan untuk wisata. Dan semoga pergerakan ini bisa mengajak semakin banyak penggiat untuk sadar atas kawasan dan batasan-batasannya.

Jenis-jenis Kawasan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2011, kawasan konservasi di Indonesia dibagi menjadi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Kawasan Suaka Alam terbagi dua, yaitu Cagar Alam dan Suaka Margasatwa.

Cagar Alam

Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan atau keunikan jenis tumbuhan dan/atau keanekaragaman tumbuhan beserta gejala alam dan ekosistemnya yang memerlukan upaya perlindungan dan pelestarian agar keberadaannya dan perkembangannya dapat berlangsung secara alami. Kegiatan yang diizinkan di kawasan Cagar Alam antara lain: Penelitian & pengembangan, kegiatan penunjang budidaya, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Selain yang disebutkan, dilarang memasuki dan beraktifitas di kawasan Cagar Alam termasuk kegiatan wisata dan lain sebagainya.

Suaka Margasatwa

Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai kekhasan atau keunikan satwa liar dan/atau keanekaragaman satwa liar yang untuk kelangsungan hidupnya memeperlukan upaya perlindungan dan pembinaan terhadap populasi beserta habibatnya. Kegiatan yang diizinkan di kawasan Suaka Margasatwa adalah: Penelitian & pengembangan, kegiatan penunjang budidaya, ilmu pengetahuan & pendidikan. Diperbolehkan berkegiatan wisata di Suaka Margasatwa dengan catatan wisata terbatas.

Sedangkan, untuk Kawasan Pelestarian Alam, terbagi menjadi tiga. Yaitu Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam.

Taman Nasional

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunya ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan & pendidikan, penunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Taman Hutan Raya

Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan/atau bukan jenis asliyang tidak invasif dan dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.

Taman Wisata Alam

Taman Wisata Alam adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan terutama untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi.

Dari beberapa jenis kawasan di atas, ada satu kawasan yang benar-benar tertutup untuk kegiatan yang bukan semestinya. Jadi, biarkan alam mempunya ruang privasinya sendiri, yaitu kasawan Cagar Alam.

Tidak semua tempat indah boleh kita nikmati.
Kenali dan dan ketahui kemana Anda akan pergi! Sadar kawasan!